01 · Aturan Semantik
Tujuh Aturan Semantik
Aturan semantik menentukan nilai kebenaran suatu kalimat di bawah interpretasi I. Nilai kebenaran kalimat yang kompleks diperoleh dengan menerapkan aturan ini berulang-ulang pada kalimat bagiannya.
Aturan Semantik Proposisi
Simbol kebenaran (true/false) selalu bernilai sesuai dirinya sendiri. Simbol proposisional bernilai sesuai interpretasi I yang diberikan.
02 · Penentuan Nilai Kalimat
Menentukan Nilai Kebenaran Kalimat
Nilai kebenaran sebuah kalimat dihitung maju: dari simbol proposisional menuju kalimat secara utuh, dengan menerapkan aturan semantik pada tiap kalimat bagian.
Langkah Penentuan Nilai Kalimat
- Perhatikan interpretasi yang diberikan.
- Terapkan aturan semantik pada masing-masing kalimat bagian, dari simbol proposisional hingga kalimat secara utuh.
Contoh 2.1 — Nilai kebenaran E: if P then not R dengan K: {P←true, R←false} +
not R bernilai true (karena R false). Dengan Aturan Implikasi, if P then not R bernilai true, karena klausa if (P) true dan klausa then (not R) juga true.03 · Penentuan Interpretasi dari Kalimat
Mencari Interpretasi dari Nilai Kalimat
Proses ini bekerja mundur: dari nilai kebenaran kalimat secara utuh, aturan semantik dilacak balik hingga ditemukan nilai kebenaran tiap simbol proposisional yang menyebabkannya.
Langkah Penentuan Interpretasi
- Perhatikan nilai kebenaran kalimat.
- Tentukan nilai kebenaran kalimat bagian berdasarkan aturan semantik, dari kalimat secara utuh mundur menuju simbol proposisional.
- Tuliskan semua nilai kebenaran simbol proposisional itu dalam suatu interpretasi.
Contoh 3.1 — E: if (Q and R) then S bernilai false. Semua interpretasi yang mungkin? +
Q and R bernilai true dan S bernilai false. Menurut Aturan Konjungsi, Q and R bernilai true hanya jika Q dan R keduanya true. Jadi interpretasinya adalah I: {Q←true, R←true, S←false}.04 · Interpretasi yang Diperluas
Interpretasi yang Diperluas
Interpretasi yang sudah ada bisa diperluas — memberi nilai pada simbol baru, atau menimpa nilai simbol yang sudah ada — tanpa menuliskan interpretasi dari awal.
<ρ1←τ1>•I, dan hasilnya boleh dipermisalkan sebagai interpretasi baru J.
Dua tujuan perluasan
Memberi nilai simbol baru
Perluasan I: {P←true} dengan <S←true>•I memberi nilai true pada simbol S yang belum pernah dinilai, menjadi J: {P←true, S←true}.
<ρn←τn>•…•<ρ1←τ1>•I berarti I diperluas dulu dengan ρ1, hasilnya diperluas dengan ρ2, dan seterusnya hingga ρn paling akhir.
Contoh 4.2 — Perluasan berulang dari I: {P←true, P1←true} +
<P2←true>•<P1←false>•<P←false>•I diterapkan bertahap:1.
<P←false>•I menimpa P → {P←false, P1←true}2.
<P1←false>•(…) menimpa P1 → {P←false, P1←false}3.
<P2←true>•(…) menambah simbol baru P2 → J: {P←false, P1←false, P2←true}
05 · Tabel Kebenaran
Tabel Kebenaran
Tabel kebenaran memuat semua kemungkinan interpretasi sebuah kalimat sebagai baris-barisnya, sehingga nilai kebenaran kalimat itu terlihat lengkap untuk setiap kemungkinan.
Langkah Membuat Tabel Kebenaran
- Tentukan banyak simbol proposisional dalam kalimat.
- Tentukan banyak kemungkinan interpretasi, dihitung dengan 2x (x = banyak simbol proposisional).
- Tuliskan semua kemungkinan interpretasi dari masing-masing simbol proposisional.
- Tentukan nilai kebenaran kalimat — dan kalimat bagiannya — untuk setiap interpretasi tersebut.
Contoh 5.1 — Tabel kebenaran untuk F: not P +
| Interpretasi | P | not P |
|---|---|---|
| I₁ | True | False |
| I₂ | False | True |
Contoh 5.2 — Tabel kebenaran untuk F: if (not P and Q) then P else R +
not P and Q) true, dan sama dengan klausa else (R) jika klausa if false.
| P | not P | Q | R | not P and Q | F |
|---|---|---|---|---|---|
| True | False | True | True | False | True |
| True | False | True | False | False | False |
| True | False | False | True | False | True |
| True | False | False | False | False | False |
| False | True | True | True | True | False |
| False | True | True | False | True | False |
| False | True | False | True | False | True |
| False | True | False | False | False | False |
Bacaan Lanjutan
Referensi Rekomendasi
Modul resmi mata kuliah dan dua rujukan pelengkap untuk memperdalam aturan semantik, interpretasi, dan tabel kebenaran.
Suprapto. (2020). Logika Informatika (Buku Materi Pokok). Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Modul resmi mata kuliah STSI4106 — sumber utama seluruh materi Sesi 2 ini.
Bergmann, M., Moor, J., & Nelson, J. (2014). The Logic Book (6th ed.). New York: McGraw-Hill.
Rujukan standar untuk semantika formal logika proposisional: aturan penilaian kebenaran dan tabel kebenaran.
mheducation.com/highered/product/logic-book-bergmann-moorRosen, K. H. Discrete Mathematics and Its Applications. New York: McGraw-Hill.
Referensi pelengkap untuk tabel kebenaran dan penerapan aturan semantik pada konektif logika.
mheducation.com/highered/product/discrete-mathematics-and-its-applications-rosen